HISTORY

Pada 1966 menjadi sejarah awal kelahiran Toyota Corolla dan pertama kali diproduksi di pabrik Takaoka, Jepang. Namun debutnya di industri otomotif baru dimulai pada November di tahun yang sama. Ia hadir sekaligus menjadi lawan tangguh bagi Nissan Sunny kala itu.

Berasal dari bahasa latin, Corolla mempunyai makna y “Mahkota Bunga”. Ia tercipta berkat tangan insinyur Tatsuo Hasegawa, Chief Enginering for the Original Corolla dan begitu digandrungi oleh banyak konsumen.

Salah satu magnet terbesar Corolla adalah performa mesin. Selain terkenal andal, dapur pacu yang digunakan lebih besar 100 cc dibanding rival senegaranya, Sunny yang hanya 1.000 cc. Corolla generasi pertama langsung hadir dalam beberapa model, di antaranya sedan, coupe hingga station wagon dengan versi 2 pintu.

Sedangkan untuk pasar Indonesia sedan Toyota Corolla baru hadir di era 1970-an bermodelkan 4 pintu. Merupakan generasi kedua Corolla (E20) dengan desain yang lebih segar dan mesin baru. Meski tidak terlalu signifikan, tenaganya naik 1 dk ketimbang pendahulunya yang hanya mampu menghasilkan tenaga maksimum 64 dk.

Seiring berjalannya waktu, Toyota Corolla di Indonesia seolah menjadi primadona dan terus berevolusi. Dari Corolla DX, GL, SE, Great Corolla, All New Corolla dan Corolla Altis yang namanya belum berubah hingga sekarang.

Jumlah Penjualan Global

44,1 Juta

Sejak peluncuran generasi pertama Corolla di 1966, lebih dari 44,1 juta Corolla telah terjual secara global. Sejak Toyota didirikan pada 80 tahun lalu, lebih dari 230 juta kendaraan telah terjual. Di dalam angka itu, sekitar 44,1 juta unit Corolla terjual, dengan kata lain 1 dari 5 mobil adalah Corolla.

1Unit Tiap

15Detik

1,34 juta terjual di 2015 menghasilkan rata-rata 5.850 unit terjual setiap harinya. Jadi, bisa dikatakan secara global satu unit Corolla terjual setiap 15 detik.

Lebih Dari150Negara Dan Kawasan

50 tahun telah berlalu sejak diluncurkannya generasi pertama Corolla yang diekspor ke Australia pada 1966. Saat ini, Corolla dijual di lebih dari 150 negara dan kawasan

Pabrik Corolla Di Dunia

13Negara / Kawasan

16Pabrik

50 tahun telah berlalu sejak diluncurkannya generasi pertama Corolla yang diekspor ke Australia pada 1966. Saat ini, Corolla dijual di lebih dari 150 negara dan kawasan

Volume Produksi Total

Total di Jepang :26Juta

Total di Luar Jepang :18Juta

Produksi Corolla di luar Jepang dimulai di Malaysia dan Australia pada 1968. Kini, jumlah produksi Corolla di luar Jepang bisa melebihi jumlah produksi di Jepang, dan menjadi simbol tonggak pencapaian Corolla yang menegaskan ia adalah model global yang tak hanya dalam hal penjualan, tapi juga dalam hal produksi.

Generations

Toyota Corolla dari generasi ke generasi. Selalu ada yang baru dalam setiap pembaruan mobil ini.

Generasi-1 (E10)

1966-1970

Ini adalah periode awal Toyota Corolla hadir. Ia rilis pertama kali di negara asalnya Jepang. Saat itu Corolla hadir dalam beberapa model yaitu sedan, coupe dan station wagon.

Generasi-2 (E20)

1970-1974

Corolla dibuat oleh Tatsuo Hasegawa. Pada generasi kedua ini, Corolla tidak mengalami ubahan desain secara berarti. Ia hanya terlihat lebih segar karena menggunakan rumah lampu, gril, dan pelek baru.

Generasi-3 (E30, E40, E50, E60)

1974-1979

Wajah khas Corolla masih begitu identik. Rancang bangunnya begitu mirip Corilla generasi ke-2. Hanya saja pada Corolla generasi ketiga ini terlihat lebih sporti berkat tarikan garis tegas di kap mesin. Bentuk gril dan headlamp juga sudah mengalami penyegaran.

Generasi-4: (E70)

1979-1983

Pada masa ini Corolla mendapat ubahan besar dan terlihat lebih aerodinamis. Bentuk headlamp-nya bulatnya diganti model kotak. Di Indonesia Corolla genenerasi ke-4 terkenal dengan nama Toyota Corolla DX.

Generasi-5: (E80)

1979-1983

Model lampu kotak masih diusung Corolla hingga generasi kelima. Hanya saja di Corolla generasi ke-5 sudah dibuat lebih cantik dan rapi. Selain itu, di seri tertingginya yaitu Corolla AE86, ia begitu sporti karena mengusung lampu utama model lipat.

Generasi-6: (E90)

1987-1991

Ubuhan radikal mulai kentara di Toyota Corolla generasi ke-6. Kesan kaku pada bodi sudah mulai ditinggalkan. Alhasil wajah Toyota Corolla menjadi semakin sedap dipandang. Di generasi ini desain headlamp terlihat lebih pipih dan dinamis.

Generasi-7: (E100)

1991-1995

Di Tanah Air, Corolla gen-7 terkenal dengan julukan Great Corolla (Greco). Pembenahan yang dilakukan pada eksterior membuatnya lebih luwes dan tampak amat manis.

Generasi-8: (E110)

1995-2000

Jika ditinjau dari penampilan, Corolla generasi ke-8 ini masih memiliki kemiripan dengan Toyota Great Corolla. Perbedaan cukup kentara ada di bagian buritan. Pada bagian stoplamp, modelnya tidak lagi pipih, ia dirancang lebih mengotak.

Generasi-9:(E120,E130)

2000-2006

Memasuki era milenium perubahan besar kembali terjadi. Masyarakat Indonesia mulai mengenal sedan Toyota ini dengan nama Toyota Corolla Altis. Meski dimensi Corolla Altis terlihat lebih besar, ia bermetamorfosis menjadi sebuah sedan modern dan dinamis. Jejak desain dari Corolla generasi sebelumnya seolah tergantikan dengan konsep yang baru.

Generasi-10: (E140,E150)

2006-2013

Proses penyempurnaan desain kembali terjadi. Memiliki sudut tajam di beberapa lekuk bodi dan headlamp membuatnya lebih dewasa dan sporti.

Generasi-11: (E160,E170)

2013-Sekarang

Demi terus mempertahankan eksistensinya inovasi pun terus dilakukan oleh Toyota. Tidak hanya dari desain tapi juga teknologi. Tampilannya semakin berani dan sporti dengan model v-shape pada gril yang menyatu dengan headlamp.

Perkembangan Teknologi

Sejak pertama kali dirilis pada 1966, perkembangan teknologi panjang telah terjadi pada Toyota Corolla. Mulai dari pilihan desain bodi yang kian beragam, hingga bahasa desainnya yang makin modern. Pun begitu dengan mesinnya. Mulai dari mesin 1.077 cc bertenaga 60 dk, hingga kini tersedia mesin 1.798 cc hybrid bertenaga 136 dk.

E101966-1970

Mengadopsi desain semi fastback yang menuai decak kagum. Di generasi pertama, tersedia pilihan bodi sedan, coupe, dan station wagon.

E201970-1974

Punya dimensi bodi yang lebih besar. Tersedia pula pilihan bodi van 4 pintu. Ubahan desain ada pada rumah lampu, gril, dan pelek baru.

E30, E40, E50, E601974-1979

Wheelbase lebih panjang 35 mm dan wheel track depan-belakang lebih lebar 40 mm. Hal itu untuk meningkatkan aspek keselamatan. Tersedia pilihan bodi baru: 3 door liftback dan 2 door fastback coupe. Desain kap mesin, gril dan headlamp juga baru.

E701979-1983

Wheelbase kembali melar 30 mm. Generasi Corolla ini terlihat lebih aerodinamis. Bentuk headlamp bulatnya diganti model kotak. Di Indonesia, Corolla gen-4 terkenal dengan nama Toyota Corolla DX.

E801983-1987

Spion berpindah lokasi dari fender ke pilar A. Material bumper sudah terbuat dari plastik, tidak lagi besi. Di tipe tertinggi Corolla AE86, menggunakan pop-up headlamp.

E901987-1991

Desainnya berubah jadi semakin dinamis. Headlamp semakin pipih. Khusus di Jepang, pilihan bodi 5 door liftback dihentikan di generasi ini.

E1001991-1995

Dimensi bodi sekaligus wheelbase-nya semakin besar dari generasi sebelumnya. Lompatan desain cukup drastis dengan bentuknya yang semakin modern. Di Indonesia Corolla generasi ini populer dengan sebutan Great Corolla.

E1101995-2000

Tak banyak ubahan berarti di generasi ini. Desain stoplamp, tidak lagi pipih dan dirancang lebih mengotak. Generasi ini punya bobot lebih ringan 50 kg dibanding generasi sebelumnya.

E120,E1302000-2006

Dimensi dan desain generasi ini seolah meninggalkan aura khas Corolla sebelumnya. Bisa dibilang inilah era baru Corolla. Di Indonesia mulai dikenal dengan nama Corolla Altis.

E140,E1502006-2013

Penyempurnaan desain kembali terjadi. Sudut tajam di beberapa lekuk bodi dan headlamp membuatnya lebih dewasa dan sporti.

E160,E1702013-Sekarang

Tampilannya semakin berani dan sporti. Ciri khas berada di fascia bergaya gril bergaya v-shape yang menyatu dengan headlamp.

E101966-1970

Hanya tersedia satu pilihan mesin yakni 1.077 cc 4 silinder bertenaga 60 dk. Serta pilihan transmisi manual 4 percepatan dan otomatis 2 percepatan.

E201970-1974

Basis mesin masih sama seperti generasi pertama. Tersedia pilihan mesin OHV 1.400 cc dan 1.600 cc dan mesin DOHC 1.600 cc.

E30, E40, E50, E601974-1979

Ubahan paling besar di generasi ini, menyentuh sektor transmisinya. Transmisi otomatis 3 percepatan diperkenalkan, menggantikan transmisi otomatis 2 percepatan.

E701979-1983

WhDiperkenalkan pilihan mesin 1.800 cc bensin dan 1.800 cc diesel. Suspensi belakang berubah dari per daun menjadi per keong.

E801983-1987

Layout penggerak roda berubah dari gerak belakang (RWD) menjadi gerak depan (FWD). Tersedia pilihan mesin bensin 1.300 cc. Mesin bensin 1.600 cc, menggunakan transmisi otomatis 4-speed pertama di kelasnya.

E901987-1991

Pilihan mesin 1.500 cc kini menggunakan sistem bakan bakar injeksi. Pertama kali diperkenalkan penggerak all wheel untuk Corolla Sedan.

E1001991-1995

Ubahan besar terjadi untuk meningkatkan efisiensinya. Cam gear didesain ulang untuk mendapatkan efisiensi lebih baik.

E1101995-2000

Mekanisme katup variabel diperkenalkan di generasi ini. Kadar emisi gas buang di mesin diesel juga direduksi.

E120,E1302000-2006

Aspek keselamatan begitu diperhatikan pada generasi ini. Vehicle Stability Control (VSC) dan traction control pertama kali disematkan pada keluarga Corolla.

E140,E1502006-2013

Teknologi Dual VVT-i (Variable Valve Timing with intelligent) diperkenalkan. Transmisi di generasi ini juga berubah menjadi CVT. Pada 2010, mesin bensin 1.800 cc tersedia pilihan katup variabel Valvematic untuk efisiensi lebih baik.

E160,E1702013-Sekarang

Teknologi efisiensi begitu ditekankan. Tersedia pilihan mesin 8ZR-FXE 1.800 cc hybrid dan 1.800 cc 2ZR-FBE yang mendukung bahan bakar etanol. Tidak hanya itu, model generasi ke-11 ini juga sudah lahir Toyota Corolla Hybrid dan Levin HEV.

Kedua model tersebut baik itu Corolla Hybrid dan Levin HEV tampil perdana di Auto Shanghai 2015. Corolla Hybrid tersebut akan dirakit di pabrik kolaborasi Toyota-FAW yang berada di Cina. Meski garis desainnya tampak mirip dengan Corolla baru, ia tampil lebih anggun dengan ubahan lampu utama proyektor yang terintegrasi DRL LED. Bahkan dengan sokongan kaki-kaki yang didukung pelek sporti two-tone berukuran 16 inci. Hal lain sebagai penegas mobil hybrid, ialah logo Toyota di tengah gril yang diberi aksen biru.

Toyota Corolla Hybrid ini didukung mesin bensin 1.500 cc Atkinson-cycle yang dipasangkan dengan motor listrik yang memiliki output total 99 dk. Kombinasi apik yang teruji bisa menghasilkan konsumsi BBM rata-rata 20,4 km/l.

Sejalan dengan itu, Levin HEV merupakan produk kerjasama Toyota dengan pabrikan otomotif Cina yang lain. Model ini dikembangkan bersama antara Toyota dan GAC (Guangqi-Toyota). Tampilannya dibuat sedikit berbeda dengan Corolla Hybrid. Terutama pada bagian fasia. Meski aura Corolla lawas berupa imbuhan krom dalam satu tarikan garis tampak menonjol di bagian belakang.

SPECIAL EDITION

Toyota AE 86 Trueno

Di negeri asalnya (Jepang), mobil ini terkenal di film berjudul Initial-D di Jepang. Di sini, Toyota Sprinter Trueno (AE86) yang dikendarai Takumi Fujiwara (diperankan oleh Jay Chou) menelusuri gunung Akina dengan teknik drift downhill-nya.

Di era 1980-an, Toyota mengeluarkan generasi kelima Corolla (E80), dan AE86 adalah versi keenam dari generasi kelima tersebut. AE86 ini standarnya sudah dirancang lebih kencang, ketimbang AE85 yang punya tampang sama persis dan berpenggerak roda belakang, tipenya pun serupa dengan lampu melotot (Levin) atau pop-up (Trueno).

Toyota Corolla Twincam Liftback

Liftback adalah istilah marketing untuk hatchback yakni pintu belakang lebih landai dibanding hatchback pada umumnya. Dibandingkan dengan versi hatchback, Twincam Liftback menawarkan kapasitas bagasi lebih luas dibanding hatchback. Kelebihan Corolla Twincam Liftback adalah bentuk bodinya yang unik. Selain itu karena unitnya yang jarang membuatnya bisa menjadi pusat perhatian di jalan.

Corolla 50th Anniversary Special Edition

Corolla telah menginjak usia 50 tahun sejak diproduksi pertama kali pada 1966. Model istimewa dengan nama Corolla 50th Anniversary Special Edition ini menggunakan basis Corolla Facelift versi Amerika Serikat. Detail unik yang ada menjadikannya lebih menonjol dibanding model standar. Di eksterior, perubahannya meliputi lampu LED, pelek 17 inci berwarna kombinasi abu-abu dan hitam, serta emblem 50th Anniversary Special Edition yang tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni black cherry, blizzard pearl dan classic silver.

International

1973

November 1973, Corolla mulai menunjukkan kiprahnya di dunia balap dengan mengantongi gelar juara pada ajang Press on Regardless (POR) yang diselenggarakan di Amerika Serikat. Dikemudikan oleh pembalap W. Boyce, ia menggunakan Corolla dengan kode bodi TE25 dan menggunakan mesin 2T-B.

1973

Corolla kembali berlaga untuk pertama kalinya di ajang World Rally Championship (WRC). Saat itu yang digunakan adalah Corolla TE27 yang dikenal dengan sebutan Corolla Levin atau Sprinter Trueno bermodalkan mesin twincam 2T-G milik Celica.

1974

Pada tahun ini, Toyota Team Europe (TTE) menjadi pengelola balap di Eropa yang gawangi oleh Ove Andersson. Pada saat itu Corolla menggunakan mesin 151E yang merupakan pengembangan dari mesin twincam 2T-G, tapi memiliki 16 valve.

1975

November 1973, Corolla mulai menunjukkan kiprahnya di dunia balap dengan mengantongi gelar juara pada ajang Press on Regardless (POR) yang diselenggarakan di Amerika Serikat. Dikemudikan oleh pembalap W. Boyce, ia menggunakan Corolla dengan kode bodi TE25 dan menggunakan mesin 2T-B.

1975

Akhirnya mesin 151E memberikan posisi pertama pada Corolla di ajang 1.000 Lakes Rally di Finlandia. Pada saat itu yang menjadi lawan terberatnya adalah mobil dari pabrikan Ford dan Saab.

1997

Corolla digunakan kembali oleh Toyota di ajang rally saat Federation Internationale de l'automobile (FIA) memperkenalkan aturan baru, yaitu tim tidak boleh mengaplikasikan mesin yang digunakan dalam model produksi masal. Akhirnya Corolla kembali berlaga di WRC dan diimbuhi mesin 3S-GT yang juga digunakan Celica.

Nasional

1991

Toyota Corolla GTi pernah menunjukkan kemampuannya sebagai pemenang yang dikemudikan oleh pembalap bernama Indra Saksono di lintasan balap Ancol, Jakarta. Dengan menggunakan mesin standar 4A-GE bertenaga 140 dk hingga mampu melesat hingga kecepatan 190 km/jam, ia mampu melumpuhkan lawannya Mazda Astina.

1994

Toyota Team Indonesia (TTI) yang menjadi tim balap resmi Toyota di Indonesia memenangkan kejuaraan Class-2 Touring Car seri Asia Pasifik dan Asia Tenggara, di sirkuit Sentul, Jawa Barat. Gelar juara itu direbut TTI berkat turunnya Great Corolla bermesin 3S-GE 2.000 cc.

1995

Membuka lomba perdana musim balap pada 1995, lagi-lagi Great Corolla menunjukkan kehebatan mesin dan performanya. Di tangan pembalap Indra Saksono, Jimmy Lukita, dan Tommy Santosa mampu merajai Touring Car dan Super Car Overall.

Tim Penulis:
Akbar Keimas, Anton Hari Wirawan, Ary Damarjati, Ivan Casagrande Momot, Resa Azhara.

Photo:
Indra Aditya;

Grafis :
Budi Derajat;

Web Development :
Dipo Rahardjo Wibisono;

Autobild - Copyright © 2017 . All Right Reserved. (Kompas Gramedia Digital Group)